E-Commerce Platforms
Bisnis

Biaya Komisi Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia Naik Lagi: Berapa Sebenarnya Margin yang Anda Hilangkan Setiap Bulan?

AUTHOR

Dimas Eka Putra

DATE

13 Agustus 2026

READING TIME

28 MENIT

Biaya admin Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop kembali naik di 2026. Simak rincian kenaikannya, simulasi margin yang hilang setiap bulan, dan strategi agar bisnis Anda tidak terus bergantung pada potongan marketplace.

Kalau belakangan ini Anda merasa omzet toko online tetap ramai tapi saldo yang cair ke rekening kok makin tipis, Anda tidak salah rasa. Sepanjang 2026, tiga marketplace terbesar di Indonesia—Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop—kompak menaikkan biaya admin dan komisi penjual. Bagi pemilik toko online, kenaikan ini bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan margin nyata yang perlahan tergerus setiap bulan tanpa disadari.

Artikel ini merangkum rincian kenaikan biaya di masing-masing platform berdasarkan pengumuman resmi dan pemberitaan terbaru, lengkap dengan simulasi sederhana agar Anda bisa menghitung sendiri berapa besar margin yang sebenarnya hilang dari bisnis Anda.

Shopee: Struktur Biaya Baru Berlaku Sejak Januari 2026

Shopee resmi mengubah struktur biaya administrasi penjual mulai 1 Januari 2026. Perubahan ini mencakup kenaikan persentase biaya di hampir seluruh kategori dan sub-kategori produk, bukan hanya di segmen tertentu.

Berdasarkan rincian yang dipublikasikan Shopee dan diberitakan sejumlah media, berikut kisaran tarif biaya admin untuk penjual Non-Star dan Star/Star+:

  • Kategori Fashion: 4,25% – 9%
  • Kategori FMCG (kebutuhan sehari-hari): 6,5% – 10%
  • Kategori Elektronik: 5,25% – 10%
  • Kategori Lifestyle: 2,5% – 10%
  • Kategori lainnya: 8,25% – 9,5%

Untuk penjual di Shopee Mall, tarifnya sedikit berbeda dan pada beberapa sub-kategori bisa mencapai 11,7%. Di luar biaya admin, Shopee tetap mengenakan biaya proses pesanan sebesar Rp1.250 per transaksi yang berhasil, serta biaya tambahan 3% untuk produk pre-order sejak Januari 2026. Perlu dicatat, biaya administrasi ini dihitung dari harga netto (harga setelah diskon), bukan dari harga awal produk.

Jika ditotal dengan biaya layanan promosi seperti Gratis Ongkir XTRA, sejumlah sumber industri mencatat total potongan yang dirasakan penjual aktif bisa menembus 18–20% dari nilai transaksi.

Tokopedia dan TikTok Shop: Kenaikan Susulan dan Perubahan Batas Komisi

Tokopedia sempat dikenal dengan biaya layanan yang lebih rendah dibanding Shopee, namun tren itu berubah. Sejak akhir 2025 hingga pertengahan 2026, Tokopedia dan TikTok Shop (yang kini beroperasi dalam satu ekosistem sebagai "TikTok Shop by Tokopedia") menaikkan tarif komisi secara bertahap hingga menyentuh 10% untuk sebagian besar kategori seperti Elektronik, Fashion, FMCG, dan Gaya Hidup—meski ada mekanisme diskon 20% untuk sub-kategori bertarif 10%, sehingga tarif efektifnya menjadi sekitar 8%.

Perubahan yang lebih signifikan terjadi pada 18 Mei 2026: batas maksimum biaya komisi per item naik drastis dari sebelumnya Rp40.000 menjadi Rp650.000 per item. Artinya, penjual yang menjual produk bernilai tinggi—elektronik, perhiasan, gadget, furnitur premium—kini menanggung potongan komisi yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya, karena plafon lama yang membatasi potongan kini sudah tidak berlaku.

Di luar komisi platform, Tokopedia juga mengenakan Biaya Komisi Dinamis tersendiri, sementara TikTok Shop menambahkan biaya layanan logistik berbasis persentase dari ongkos kirim sejak Mei 2026. Jika dijumlahkan dengan biaya iklan (TopAds atau GMV Max) yang hampir selalu dibutuhkan agar produk tetap terlihat di tengah persaingan, total potongan di Tokopedia dan TikTok Shop bisa mencapai 12–20% dari harga jual.

Kenapa Biaya Ini Terus Naik?

Menurut Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Hilmi Adrianto, setiap platform memiliki otonomi dalam menentukan strategi penetapan biaya layanan demi menjaga keberlangsungan operasional mereka. Kenaikan ini umumnya dikaitkan dengan meningkatnya biaya infrastruktur, logistik, dan investasi pemasaran platform. Pemerintah pun disebut tengah menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi pelaku UMKM dari dampak kenaikan biaya administrasi marketplace yang terjadi hampir bersamaan di berbagai platform.

Yang perlu digarisbawahi: pola ini bukan kejadian sekali saja. Sejak 2023 hingga 2026, biaya admin Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop sudah beberapa kali disesuaikan—dan hampir selalu arahnya naik. Bagi pemilik bisnis, ini menjadi sinyal penting bahwa mengandalkan satu kanal penjualan sepenuhnya adalah risiko jangka panjang.

Simulasi: Berapa Margin yang Sebenarnya Hilang?

Mari kita hitung dengan contoh sederhana. Misalkan Anda menjual produk fashion seharga Rp200.000 melalui Shopee, dengan modal produk Rp100.000 (margin kotor 50%).

KomponenNilai

Harga jual

Rp200.000

Modal produk

Rp100.000

Biaya admin (asumsi 9%)

Rp18.000

Biaya proses pesanan

Rp1.250

Biaya layanan promosi (asumsi 5%)

Rp10.000

Total potongan platform

Rp29.250 (±14,6%)

Margin bersih setelah potongan

Rp70.750 (dari margin kotor Rp100.000)

Artinya, hampir 29% margin kotor Anda langsung hilang sebelum dikurangi biaya operasional lain seperti kemasan, gaji, dan iklan tambahan. Jika toko Anda menjual 300 transaksi per bulan dengan pola serupa, potongan platform saja bisa mencapai Rp8,7 juta per bulan—uang yang seharusnya bisa menjadi profit atau modal untuk mengembangkan kanal penjualan lain.

Untuk produk bernilai tinggi di Tokopedia atau TikTok Shop, dampaknya bisa lebih besar lagi setelah kenaikan batas komisi ke Rp650.000 per item, karena tidak ada lagi "pagar pelindung" seperti batas Rp40.000 sebelumnya.

Catatan penting: Tarif di atas dapat berbeda tergantung kategori produk, status toko (Non-Star/Star/Star+/Mall), dan program promosi yang diikuti. Selalu cek dashboard Seller Center masing-masing platform untuk angka yang berlaku pada toko Anda, karena kebijakan ini bisa berubah sewaktu-waktu.

Marketplace Tetap Penting, Tapi Jangan Jadi Satu-Satunya Andalan

Marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop tetap punya kelebihan: traffic besar, sistem pembayaran yang sudah terpercaya, dan kemudahan logistik. Namun ketergantungan penuh pada marketplace berarti Anda menyerahkan kendali margin, harga, dan bahkan data pelanggan Anda kepada pihak ketiga yang aturannya bisa berubah kapan saja—seperti yang terjadi sepanjang 2025–2026 ini.

Sejumlah pelaku bisnis mulai menyiasati hal ini dengan strategi omnichannel: tetap berjualan di marketplace untuk menjangkau pembeli baru, tapi secara paralel membangun kanal penjualan sendiri yang bebas dari potongan komisi berkelanjutan, yaitu website toko online dan landing page milik sendiri, dipadukan dengan iklan digital yang terukur untuk mendatangkan trafik langsung ke kanal tersebut.

Dengan kanal sendiri, keuntungannya cukup jelas:

  • Tidak ada potongan komisi per transaksi yang terus naik setiap tahun.
  • Kepemilikan penuh atas data pelanggan, sehingga Anda bisa membangun program loyalitas dan remarketing sendiri.
  • Kebebasan menentukan harga dan strategi promosi tanpa terikat aturan platform.
  • Branding yang lebih kuat, karena pelanggan mengenal bisnis Anda, bukan sekadar salah satu toko di antara ribuan toko lain di marketplace.

Bagaimana Nomenklatur Studio Bisa Membantu

Sebagai software house yang berbasis di Medan, Nomenklatur Studio membantu pelaku usaha—mulai dari UMKM hingga bisnis skala menengah—membangun kanal penjualan digital milik sendiri, sehingga bisnis Anda tidak sepenuhnya bergantung pada biaya komisi marketplace yang terus naik. Beberapa layanan yang relevan dengan tantangan ini:

1. Pengembangan Website & E-commerce Kami membangun website toko online, landing page produk, hingga sistem e-commerce dengan teknologi modern seperti Next.js, TypeScript, dan Go—dirancang agar cepat, aman, dan mudah dikelola sendiri tanpa potongan komisi per transaksi.

2. Pengembangan Aplikasi Mobile Bagi bisnis yang ingin membangun basis pelanggan loyal jangka panjang, kami mengembangkan aplikasi mobile Android dan iOS (native maupun cross-platform menggunakan Flutter) sebagai kanal penjualan dan interaksi langsung dengan pelanggan.

3. Meta Ads Specialist Memiliki website atau aplikasi sendiri tidak akan optimal tanpa strategi trafik yang tepat. Tim kami mengelola kampanye iklan Meta (Facebook & Instagram) yang terukur dan berfokus pada hasil, membantu mengarahkan calon pembeli langsung ke kanal penjualan Anda sendiri—bukan lagi ke lapak yang setiap saat bisa terkena potongan biaya baru.

Kombinasi ketiga layanan ini memungkinkan bisnis Anda memiliki "rumah digital" sendiri yang marginnya tidak akan tergerus oleh kebijakan biaya pihak ketiga.

Kesimpulan

Kenaikan biaya komisi Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia sepanjang 2026 bukan fenomena sesaat—melainkan tren berkelanjutan yang perlu diantisipasi setiap pelaku bisnis online. Menghitung ulang struktur biaya dan margin secara berkala adalah langkah wajib, tapi langkah yang lebih strategis adalah mulai membangun kanal penjualan sendiri sebagai pelengkap marketplace, agar keberlangsungan bisnis Anda tidak sepenuhnya bergantung pada kebijakan yang berada di luar kendali Anda.

Jika Anda ingin mulai membangun website toko online, aplikasi mobile, atau strategi iklan digital untuk mengurangi ketergantungan pada biaya marketplace, tim Nomenklatur Studio siap membantu dari tahap konsultasi hingga peluncuran.

Konsultasi gratis via WhatsApp


Sumber Referensi

  1. BigSeller – Update! Perubahan Biaya Admin Shopee 2026 dan Dampaknya untuk Seller
  2. Metro TV News – Biaya Admin Shopee 2026, Daftar Biaya per Kategori Produk
  3. MSN Ekonomi – Biaya admin seller Shopee berubah mulai Januari 2026, ada tambahan biaya baru
  4. Ethix – Resmi Naik! Ini Rincian Biaya Admin Shopee untuk Seller Mulai 2026
  5. Duoke – Update Biaya Admin Shopee 2026: Rincian Tarif & Strategi Penjual
  6. RekapCepat.id – Perbandingan Biaya Admin Tokopedia vs TikTok Shop vs Shopee Terbaru 2026
  7. Remarketing.id – Biaya Admin Tokopedia & TikTok Shop 2026: Potongan, Cap Komisi & Yang Berubah
  8. Taxindo – Biaya Admin Shopee & Tokopedia Meroket! Pemerintah Siapkan "Tameng" Penyelamat UMKM di 2026

Catatan: Kebijakan biaya marketplace dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi tarif terbaru melalui Seller Center resmi Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop sebelum mengambil keputusan bisnis.

Bisnis

Punya ide?
Mari wujudkan.

Kami sedang menerima proyek baru untuk Q3 2026.
Hubungi kami untuk konsultasi gratis.